Statemen kondisional adalah
statemen yang mengecek kondisi yang diberikan. Hasil dari statemen ini adalah
nilai boolean true atau false. Statemen
kondisional menggunakan operator kondisional. Adapun operator kondisional yang
digunakan adalah sebagai berikut:
No
|
Simbol
|
Fungsi
|
1.
|
=
|
Sama dengan
|
2.
|
<>
|
Tidak sama dengan
|
3.
|
>
|
Lebih dari
|
4.
|
<
|
Kurang dari
|
5.
|
>=
|
Lebih dari atau
sama dengan
|
6.
|
<=
|
Kurag dari atau sama
dengan
|
Adapun statemen kondisional
yang digunakan dalam Pascal adalah sebagai berikut:
a.
Kondisional
Tunggal
Statemen kondisional tunggal adalah pengecekan kondisi dimana jika kondisi
bernilai true, maka statemen akan dilakukan, dan tidak akan melakukan apapun
jika kondisi bernilai false. Lihat syntax berikut:
IF
<kondisi> then {statement atau deretan statemen}
Contoh:
If umur>=17
then hak_pilih:=true;
Atau
If umur>=17 then
Begin
hak_pilih:=true;
writeln(‘Selamat anda berhak memilih dalam Pilkada’);
end;
Statemen diatas memperlihatkan bahwa jika kondisi umur>=17 maka akan
diberikan nilai boolean true pada variabel hak_pilih. Jika bernilai false maka
tidak melakukan apa-apa yang berarti variabel hak_pilih memiliki nilai awal
yang telah diberikan.Pada contoh kedua, jika kondisi true maka akan ada dua
statemen yang akan dikerjakan.
b.
Kondisional
Ganda
Statemen kondisional ganda adalah pengecekan kondisi dimana jika kondisi
bernilai true maka akan mengerjakan blok statemen di bawahnya, dan jika statemen
bernilai false maka akan mengerjakan
blok statemen di bawah kondisi false. Perhatikan syntaknya sebagai berikut:
IF <kondisi> then {statement atau deretan statemen BLOK 1}
Else {statemen atau deretan statemen
blok 2}
Contoh:
If umur>=17 then
begin
hak_pilih:=true;
writeln(‘Selamat anda
berhak memilih dalam Pemilu tahun ini’);
end
else writeln (‘maaf anda belum cukup umur’);
Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa jika kondisi umur>=17 terpenuhi
(bernilai true), makanakan dikerjakan blok statemen
begin
hak_pilih:=true;
writeln(‘Selamat anda
berhak memilih dalam Pemilu tahun ini’);
end
Sementara jika kondisi bernilai false maka akan mengerjakan statemen
writeln (‘maaf anda belum cukup umur’);
C.
Kondisional
Majemuk
Statemen kondisional majemuk adalah pengecekan kondisi dimana kondisi yang
diperiksa lebih dari satu, sehingga jika kondisi pertama bernilai true maka
akan mengerjakan blok statemen di bawahnya, dan jika statemen bernilai false
maka akan dicek kondisi ke dua, jika
kondisi kedua bernilai true mengerjakan blok statemen di bawah kondisi ke dua,
jika kedua kondisi bernilai false maka akan mengerjakan blok ke 3. Kondisi yang
diperikasa bisa lebih dari dua. Perhatikan syntaknya sebagai berikut:
IF <kondisi 1> then {statement atau deretan statemen blok 1}
Else IF <kondisi 2> then
{statemen atau deretan statemen blok
2}
Else
{statemen atau deretan statemen blok
3}
Contoh:
If menikah then hak_pilih:=true
Else if umur>=17 then
hak_pilih:=true
Else hak pilih:=false;
If hak_pilih then
writeln(‘Selamat anda berhak memilih dalam Pemilu tahun
ini’)
else writeln
(‘maaf anda belum memiliki hak pilih dalam pemilu tahun ini’);
Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa jika kondisi menikah terpenuhi
(variabel menikah bernilai boolean) terpenuhi (bernilai true), maka akan
dikerjakan statemen
hak_pilih:=true;
Sementara jika kondisi bernilai false maka akan dicek kondisi kedua, yaitu
umur>=17. Jika statemen ini bernilai true maka akan mengerjakan statemen
hak_pilih:=true;
tetapi jika kondisi kedua pun bernilai false makan akan dikerjakan statemen
hak_pilih:=false;
Pada statemen
berikutnya, akan dicek kondisi variabel hak_pilih. Ini adalah pengecekan
tunggal. Jika kondisi bernilai true maka akan dicetak komentar
writeln(‘Selamat anda berhak memilih dalam Pemilu tahun
ini’)
Tetapi jika kondisi
bernilai false maka akan dikerjakan statemen di bawah ini:
writeln (‘maaf anda belum memiliki hak pilih dalam pemilu
tahun ini’);
D.
Penggunaan
Case of
Penggunaan case <kondisi> of digunakan apabila pilihan yang digunakan
sudah banyak dan bisa di kodekan, misal 1-10 atau a-f. Adapun syntak yang
digunakan adalah sebagai berikut:
Kondisi 1
Kondisi 2
Kondisi 3
Kondisi 4
Kondisi 5
Case kondisi of
1: blok statemen 1
2:blok statemen 2
3:blok statemen 3
4:blok statemen 4
5: blok statemen 5
Penggunaan menu adalah salah satu contoh pemanfaatan case of. Perhatikan
contoh program berikut untuk penggunaan case of.
program kondisi2;
uses wincrt;
const phi=3.14;
var pilih:char;
jari,alas,tinggi:integer;
luas,kel,vol:real;
lagi:char;
begin
{menggunakan switch of untuk kondisi yang
multiple}
lagi:='y';
while lagi='y' do
begin
writeln(' MENU PILIHAN');
writeln('1.mencari luas lingkaran');
writeln('2.mencari keliling lingkaran');
writeln('3.mencari luas segitiga siku');
writeln('4.mencari luas permukaan tabung');
writeln('5.mencari volume bola');
writeln('6.selesai');
write('pilihan anda
[1..6]-->');readln(pilih);
case pilih of
'1':
begin
writeln('masukkan jari-jari = ');
readln(jari);
luas:=phi*jari*jari;
writeln('luas lingkaran dengan
jari-jari ',jari:6,' adalah = ',luas:10:2);readln;
end;
'2':
begin
writeln('anda akan menghitung keliling lingkaran ');
write('masukkan jari-jari
');readln(jari);
kel:=2*phi*jari;
writeln('keliling lingkaran dengan jari-jari ',jari,' adalah ',kel:10:2);
readln;
end;
'3':writeln('anda memilih pilihan tiga');
'4':writeln('anda memilih pilihan empat');
'5':
begin
writeln('anda memilih pilihan lima
mencari volume bola');
write('masukkan jari2 bola
');readln(jari);
vol:=4/3*phi*jari*jari*jari;
writeln('volume bola dengan jari2 ',jari,'
adalah ',vol:10:4);readln;
end;
'6':
begin
writeln('terimakasih');
lagi:='t';
halt;
exit;
end;
end;
end;
goto lagi;
end.
Dari contoh di atas dapat dilihat bagaimana
penggunaan case of diterapkan dalam pilihan menu.
ARTIKEL TERKAIT PERLU DIBACA...!/LE'E MOS ARTIKEL NE'E:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar