PASUPALI
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman PASCAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman PASCAL. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2013

Tugas Strutur Data Persentasi (Pascal)


Hmmm..... Dunia Semakin Tua dan Ilmu Pengetahuan juga semakin Bertambah...Kali ini saya akan membahas tentang Linked List dan atrian....
Berikut ini adalah source Codenya.......
Program apotek =====>


semogah bermanfaat......jangan lupa iya kalo abis baca tinggalkan komentar anda dibahwa ini.........

Jumat, 23 November 2012

STATEMEN KONDISIONAL

Statemen kondisional adalah statemen yang mengecek kondisi yang diberikan. Hasil dari statemen ini adalah nilai boolean true  atau false. Statemen kondisional menggunakan operator kondisional. Adapun operator kondisional yang digunakan adalah sebagai berikut:

No
Simbol
Fungsi
1.
=
Sama dengan
2.
<> 
Tidak sama dengan
3.
 >
Lebih dari
4.
< 
Kurang dari
5.
>=
Lebih dari atau sama dengan
6.
<=
Kurag dari atau sama dengan

Adapun statemen kondisional yang digunakan dalam Pascal adalah sebagai berikut:
a.       Kondisional Tunggal
Statemen kondisional tunggal adalah pengecekan kondisi dimana jika kondisi bernilai true, maka statemen akan dilakukan, dan tidak akan melakukan apapun jika kondisi bernilai false. Lihat syntax berikut:

IF <kondisi> then {statement atau deretan statemen}
Contoh:               
If umur>=17 then hak_pilih:=true;

Atau

If umur>=17 then
Begin
     hak_pilih:=true;
     writeln(‘Selamat anda berhak memilih dalam Pilkada’);
end;
Statemen diatas memperlihatkan bahwa jika kondisi umur>=17 maka akan diberikan nilai boolean true pada variabel hak_pilih. Jika bernilai false maka tidak melakukan apa-apa yang berarti variabel hak_pilih memiliki nilai awal yang telah diberikan.Pada contoh kedua, jika kondisi true maka akan ada dua statemen yang akan dikerjakan.

      b.       Kondisional Ganda
Statemen kondisional ganda adalah pengecekan kondisi dimana jika kondisi bernilai true maka akan mengerjakan blok statemen di bawahnya, dan jika statemen bernilai false maka  akan mengerjakan blok statemen di bawah kondisi false. Perhatikan syntaknya sebagai berikut:

IF <kondisi> then {statement atau deretan statemen BLOK 1}
Else  {statemen atau deretan statemen blok 2}

Contoh:               
If umur>=17 then
begin
hak_pilih:=true;
writeln(‘Selamat anda berhak memilih dalam Pemilu tahun ini’);
end
            else      writeln (‘maaf anda belum cukup umur’);

Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa jika kondisi umur>=17 terpenuhi (bernilai true), makanakan dikerjakan blok statemen
begin
hak_pilih:=true;
writeln(‘Selamat anda berhak memilih dalam Pemilu tahun ini’);
end

Sementara jika kondisi bernilai false maka akan mengerjakan statemen
writeln (‘maaf anda belum cukup umur’);

   C.       Kondisional Majemuk
Statemen kondisional majemuk adalah pengecekan kondisi dimana kondisi yang diperiksa lebih dari satu, sehingga jika kondisi pertama bernilai true maka akan mengerjakan blok statemen di bawahnya, dan jika statemen bernilai false maka  akan dicek kondisi ke dua, jika kondisi kedua bernilai true mengerjakan blok statemen di bawah kondisi ke dua, jika kedua kondisi bernilai false maka akan mengerjakan blok ke 3. Kondisi yang diperikasa bisa lebih dari dua. Perhatikan syntaknya sebagai berikut:

IF <kondisi 1> then {statement atau deretan statemen blok 1}
Else IF <kondisi 2> then
 {statemen atau deretan statemen blok 2}
                Else
                                {statemen atau deretan statemen blok 3}

Contoh:               
                If menikah then hak_pilih:=true
            Else if umur>=17 then hak_pilih:=true
Else hak pilih:=false;
If hak_pilih then
writeln(‘Selamat anda berhak memilih dalam Pemilu tahun ini’)
            else      writeln (‘maaf anda belum memiliki hak pilih dalam pemilu tahun ini’);

Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa jika kondisi menikah terpenuhi (variabel menikah bernilai boolean)  terpenuhi (bernilai true), maka akan dikerjakan statemen
hak_pilih:=true;

Sementara jika kondisi bernilai false maka akan dicek kondisi kedua, yaitu umur>=17. Jika statemen ini bernilai true maka akan mengerjakan statemen
hak_pilih:=true;
tetapi jika kondisi kedua pun bernilai false makan akan dikerjakan statemen
hak_pilih:=false;
Pada statemen berikutnya, akan dicek kondisi variabel hak_pilih. Ini adalah pengecekan tunggal. Jika kondisi bernilai true maka akan dicetak komentar

writeln(‘Selamat anda berhak memilih dalam Pemilu tahun ini’)
           
Tetapi jika kondisi bernilai false maka akan dikerjakan statemen di bawah ini:

            writeln (‘maaf anda belum memiliki hak pilih dalam pemilu tahun ini’);



D.       Penggunaan Case of
Penggunaan case <kondisi> of digunakan apabila pilihan yang digunakan sudah banyak dan bisa di kodekan, misal 1-10 atau a-f. Adapun syntak yang digunakan adalah sebagai berikut:

Kondisi 1
Kondisi 2
Kondisi 3
Kondisi 4
Kondisi 5

Case kondisi of
1: blok statemen 1
2:blok statemen 2
3:blok statemen 3
4:blok statemen 4
5: blok statemen 5
Penggunaan menu adalah salah satu contoh pemanfaatan case of. Perhatikan contoh program berikut untuk penggunaan case of.
program kondisi2;
uses wincrt;

const phi=3.14;
var pilih:char;
    jari,alas,tinggi:integer;
    luas,kel,vol:real;
  lagi:char;

begin
  {menggunakan switch of untuk kondisi yang multiple}
lagi:='y';
while lagi='y' do
begin
  writeln('            MENU PILIHAN');
  writeln('1.mencari luas lingkaran');
  writeln('2.mencari keliling lingkaran');
  writeln('3.mencari luas segitiga siku');
  writeln('4.mencari luas permukaan tabung');
  writeln('5.mencari volume bola');
  writeln('6.selesai');
  write('pilihan anda [1..6]-->');readln(pilih);
  case pilih of
  '1':
      begin
           writeln('masukkan jari-jari = ');
           readln(jari);
           luas:=phi*jari*jari;
           writeln('luas lingkaran dengan jari-jari  ',jari:6,' adalah =  ',luas:10:2);readln;
      end;
  '2':
      begin
   writeln('anda akan menghitung keliling lingkaran  ');
   write('masukkan jari-jari  ');readln(jari);
   kel:=2*phi*jari;
   writeln('keliling lingkaran dengan jari-jari ',jari,'  adalah ',kel:10:2);
        readln;
        end;
  '3':writeln('anda memilih pilihan tiga');
  '4':writeln('anda memilih pilihan empat');
  '5':
      begin
      writeln('anda memilih pilihan lima mencari volume bola');
      write('masukkan jari2 bola ');readln(jari);
      vol:=4/3*phi*jari*jari*jari;
      writeln('volume bola dengan jari2  ',jari,'  adalah ',vol:10:4);readln;
      end;
  '6':
    begin
         writeln('terimakasih');
   lagi:='t';
         halt;
         exit;
    end;
    end;
end;
  goto lagi;
end.
Dari contoh di atas dapat dilihat bagaimana penggunaan case of diterapkan dalam pilihan menu.